Baru-baru ini terdengar berita di berbagai media bahwa Indonesia telah menanda tangani MOU dengan -Korea Selatan tentang kelanjutan proyek pembuatan pesawat tempur KFX,dengan komposisi pembiayaan total 80:20 artinya pemerintah hanya akan menyumbang US$ 1,01 miliar atau sekitar 1,001 trilyun dari total biaya US$ 5,05 miliar, dan proyek ini akan berlangsung selama 10 tahun,Indonesia akan mengirim 30 insinyur terbaik untuk terlibat dalam proyek ini,mereka di ambil dari ITB,BPPT, danPT DI.proyek ini secara keseluruhan melibatkan sekitar 150 insinyur,kelompok ini akan mempelajari Riset pengembangan pembuatan prototype KFX yang katanya masuk kelompok figther generasi 4,5 dan Indonesia akan mendapatkan 1 prototype buat pengembangan dari 5 buah yang di buat
Melihat bentuk maket pesawat ini maka akan terlintas kita pada pesawat-pesawat tempur utama andalan negara eropa seperti RAFALE,EUROFIGTHER THYPOON dan GRIPEN, bersayap delta dan ada 2 canard di depan dekat cockpit dengan fungsi multi misi.
Kerja sama pembuatan pesawat tempur ini adalah salah satu cara Indonesia dalam rangka pengembangan alutsista untuk kebutuhan sekarang dan masa depan,selain untuk juga meningkatkan kemampuan industri pertahanan dan meningkatkan kemandirian dalam sistem pertahanan strategis
Melihat perjalanan proyek ini yang masih 10 tahun lagi mudah-mudahan keputusan Pemerintah tidak akan berubah karena tahun 2014 nanti akan ada pergantian pemerintahan yang baru setelah pemilu,dan biasanya setiap pergantian pemerintahan akan ditunggangi kepentingan lain(asing),sedangkan kita semua tahu bahwa banyak pihak-pihak luar yang tak ingin melihat Indonesia itu menjadi besar,oleh karena itu kita sebagai rakyat harus waspada jangan mudah terhasut, jangan sampai proyek KFX ini akan bernasib seperti proyek N 250 yang putus di tengah jalan,ucapan mantan Presiden kita yang mengatakan bahwa ada negara asing yang tidak senang bila industri dirgantara kita itu maju mungkin ada benarnya ,apalagi bila proyek ini benar-benar berhasil maka negara kita akan sejajar dengan negara barat(eropa),karena tidak semua negara bisa membuat pesawat rempur,yang ada mungkin cuma licence atau perakitan aja ,tidak ada yang membuat benar-benar baru
BRAVO buat indonesia semoga proyeknya jalan terus sampai tuntas dan akan menjadi ambisi bangsa Indonesia yang menjdi kenyataan bukan sekedar impian dan harapan.
SEBUAH CATATAN DAN ULASAN TENTANG INFO KEMILITERAN DI TINGKAT LOKAL REGIONAL DAN INTERNASIONAL
Tampilkan postingan dengan label Industri pertahanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Industri pertahanan. Tampilkan semua postingan
Selasa, 24 Mei 2011
Minggu, 22 Mei 2011
Akankah CHANGBOGO class menjadi rekan dari CAKRA class
Sebagai akibat dari adanya konflik di ambalat maka terjadi pergerakan kekuatan militer antara dua negara, malaysia seperti di katakan oleh menhannya akan menempatkan armada kapal selamnya di perbatasan,ini suatu hal yang tidak lazim karena kapal selam biasanya di gunakan untuk me mata-matai kekuatan lawan atau menghancurkan kekuatan lawan dari tempat tersembunyi.
Mungkin ini sebagai respon atas penempatan 1 flight sukhoi di lanud tarakan oleh indonesia.menanggapi ulah malaysia tersebut ada baiknya kita lihat seberapa besar kekuatan kapal selam yang kita miliki,saat ini kita hanya punya 2 kapal selam buatan jerman (cakra class) type 209/1300 yang di beli tahun 80an,yang sudah jauh tertinggal dengan 2 buah scorpene yang di punyai oleh TLDM.
Sejak pemerintahan presiden MEGAWATI sudah terbetik kabar kalau indonesia akan membeli 4 kapal selam yang tapi nyatanya sampai sekarang belum terealisasi satu buah pun,waktu itu santer kabarnya kalau kapal selam yang akan di beli adalah type KILO class project636 buatan rusia,kebayang betapa dashyatnya efek deterens yang akan kita punya namun harapan tinggal harapan,tahun berganti tahun proses pengadaan kapal selam jadi tidak jelas,dan kelihatannya kilo class makin jauh dari harapan.
Malah yang santer sekarang adalah CHANGBOGO class buatan korea selatan,yang memiliki kans besar untuk memperkuat armada TNI AL.terlebih lagi dari adanya loby yang kuat dan terus menerus yang di lakukan oleh presiden korsel LEE MYUNG BAK dan baru-baru ini adanya kunjungan parlemen korsel dari bidang pertahanan ke indonesia.
CHANGBOGO class adalah lisensi dari U209/1200 yang di buat oleh pabrik DAEWOO SHIPBUILDING korea selatan,DAEWOO sendiri sudah membuat 9 kapal selam untuk angkatan laut korsel,U209 sendiri di desain untuk menghancurkan kapal selam dan permukaan lawan juga untuk misi pengintaian,kapal ini dapat menyelam sampai 250m dilengkapi dengan 4MTU mesin diesel,kecepatan saat menyelam 21knot dan saat berlayar di permukaan mencapai 11knot,dipersenjatai 8 buah torpedo 533mm/21 inch siap tembak dan14 torpedo juga 28 ranjau laut di persediaan,dapat berlayar selama 2 bulan dengan 40 kru.
Dari data di atas dapat di lihat kemampuan CHANGBOGO class cukup mumpuni untuk jadi bagian satkasel TNI AL apalagi TNI AL sudah berpengalaman mengoperasikan CAKRA class yang satu type dengan CHANGBOGO,tapi jika di banding dengan SCORPENE class punya TLDM semua kemampuan CHANGBOGO itu dibawah nya,baik itu dari kecepatan endurance berlayar dan yang terpenting SCORPENE class dapat meluncurkan rudal EXOCET ,yang jelas dari teknlogi CHANGBOGO tertinggal jauh
Kecuali mungkin jika saat di bangun nanti sistem sensor dan sonar nya dibuat yg setaraf dengan SCORPENE dan di pasangi vls buat rudal YAKHONT juga teknologi AIP(air independent propulsion)untuk mendongkrak daya senyapnya. Semoga pemerintah memperhatikan spec dan kwantitas kapal selam yang di inginkan oleh TNI AL
Mungkin ini sebagai respon atas penempatan 1 flight sukhoi di lanud tarakan oleh indonesia.menanggapi ulah malaysia tersebut ada baiknya kita lihat seberapa besar kekuatan kapal selam yang kita miliki,saat ini kita hanya punya 2 kapal selam buatan jerman (cakra class) type 209/1300 yang di beli tahun 80an,yang sudah jauh tertinggal dengan 2 buah scorpene yang di punyai oleh TLDM.
Sejak pemerintahan presiden MEGAWATI sudah terbetik kabar kalau indonesia akan membeli 4 kapal selam yang tapi nyatanya sampai sekarang belum terealisasi satu buah pun,waktu itu santer kabarnya kalau kapal selam yang akan di beli adalah type KILO class project636 buatan rusia,kebayang betapa dashyatnya efek deterens yang akan kita punya namun harapan tinggal harapan,tahun berganti tahun proses pengadaan kapal selam jadi tidak jelas,dan kelihatannya kilo class makin jauh dari harapan.
Malah yang santer sekarang adalah CHANGBOGO class buatan korea selatan,yang memiliki kans besar untuk memperkuat armada TNI AL.terlebih lagi dari adanya loby yang kuat dan terus menerus yang di lakukan oleh presiden korsel LEE MYUNG BAK dan baru-baru ini adanya kunjungan parlemen korsel dari bidang pertahanan ke indonesia.
CHANGBOGO class adalah lisensi dari U209/1200 yang di buat oleh pabrik DAEWOO SHIPBUILDING korea selatan,DAEWOO sendiri sudah membuat 9 kapal selam untuk angkatan laut korsel,U209 sendiri di desain untuk menghancurkan kapal selam dan permukaan lawan juga untuk misi pengintaian,kapal ini dapat menyelam sampai 250m dilengkapi dengan 4MTU mesin diesel,kecepatan saat menyelam 21knot dan saat berlayar di permukaan mencapai 11knot,dipersenjatai 8 buah torpedo 533mm/21 inch siap tembak dan14 torpedo juga 28 ranjau laut di persediaan,dapat berlayar selama 2 bulan dengan 40 kru.
Dari data di atas dapat di lihat kemampuan CHANGBOGO class cukup mumpuni untuk jadi bagian satkasel TNI AL apalagi TNI AL sudah berpengalaman mengoperasikan CAKRA class yang satu type dengan CHANGBOGO,tapi jika di banding dengan SCORPENE class punya TLDM semua kemampuan CHANGBOGO itu dibawah nya,baik itu dari kecepatan endurance berlayar dan yang terpenting SCORPENE class dapat meluncurkan rudal EXOCET ,yang jelas dari teknlogi CHANGBOGO tertinggal jauh
Kecuali mungkin jika saat di bangun nanti sistem sensor dan sonar nya dibuat yg setaraf dengan SCORPENE dan di pasangi vls buat rudal YAKHONT juga teknologi AIP(air independent propulsion)untuk mendongkrak daya senyapnya. Semoga pemerintah memperhatikan spec dan kwantitas kapal selam yang di inginkan oleh TNI AL
Langganan:
Postingan (Atom)