HOBART CLASS Destroyer terbaru negeri kangguru.
Untuk mengimbangi pesatnya penambahan kekuatan laut negara-negara di asia tenggara maka australia terus berbenah untuk memperbaharui system alutsista nya,khusus untuk matra laut yang santer terdengar adalah pengadaan 2 buah LHD CANBERRA Class dan 3 buah Destroyer HOBART Class,Pembuatan 2 type kapal perang ini di lakukan bekerja sama dengan SPANYOL dan merupakan bagian dari elemen penting proyek kekuatan 2030.
Untuk destroyer yang bertype pertahanan udara ini di buat berdasarkan dari desain F 105 NAVANTIA Spanyol yang mirip dengan kapal yang di operasikan oleh AL Spanyol,dilengkapi dengan seabrek peralatan dan perlengkapan terbaru di antaranya system pertahanan diri AEGIS,yang di sinyalir menjadi system pertahanan terbaik di dunia.dengan panjang sekitar 140 an meter bobot 7000 an ton dan kecepatan sekitar 20 knot.Destroyer ini dapat mengusung berbagai macam persenjataan diantaranya 8 buah rudal harpoon,48 cell VLS dengan rudal SM2,CWIS Phalanx, 1Canon 5 inch dan 1 buah helikopter ASW.
Destroyer ini akan menjadi salah satu kapal perang dengan kapabilitas lebih untuk ukuran di kelasnya,dan kapal yang tercanggih di kawasan asia tenggara, walaupun masih agak lama yaitu sekitar 2014 destroyer ini akan mulai bertugas, dari 3 buah yang di rencanakan akan di buat.
Untuk di kawasan asia tenggara mungkin hanya SINGAPURA yang mempunyai kapal dengan kekuatan yang hampir menyamai Destroyer ini yaitu FORMIDABLE class,walaupun termasuk class fregat tetapi untuk urusan pertahanan udaranya cukup mumpuni,dengan mengusung 32 rudal SAM jenis ASTER,dan bagaimana dengan INDONESIA ? walaupun proyek PKR nya jalan terus dan mungkin nanti rampungnya hampir bersamaan dengan HOBART class, melihat dari desainnya untuk pertahanan udaranya terasa kurang.
Pembuatan Destroyer ini oleh negeri kangguru mungkin sebagai jawaban atau sebagai balance dengan peningkatan kekuatan laut negara-negara tetangganya ,terutama untuk negara yang tidak terikat perjanjian FPDA,seperti INDONESIA yang sudah punya rudal YAKHONT,juga VIETNAM yang telah mulai mengoperasikan frigat terbarunya GEPARD Class dan terutama adalah CHINA dengan armada kapal selamnya dan kapal induknya.
Terlepas ALUTSISTA apapun yang telah di operasikan maupun sedang di order oleh negara-negara di kawasan regional, INDONESIA sebagai negara yang memegang posisi kunci di kawasan ASIA TENGGARA harus bisa memainkan peranannya sebagai peran utama bukan sebagai peran pendukung.